Kajian
0 menit baca 22 Jun 2026
Admin Tasleem
Penulis Tasleem

Nasihat untuk Muslimah

1. Tetap Istiqamah dalam Ketaatan 2. Bersabar dan Husnudzon kepada Allah 3. Berlindung dari Su’ul Khatimah

Nasihat untuk Muslimah

Kehidupan seorang muslimah dipenuhi dengan ujian, baik berupa godaan syahwat, kelalaian, futur dalam beribadah, maupun berbagai musibah yang datang silih berganti. Karena itu, seorang muslimah membutuhkan bekal yang dapat menjaga dirinya agar tetap istiqamah hingga akhir hayat.

Tiga nasihat penting yang perlu diperhatikan oleh setiap muslimah:

1. Tetap Istiqamah Menjalankan Sunnah

Tujuan hidup seorang hamba adalah beribadah kepada Allah dan mentauhidkan-Nya. Allah memerintahkan agar seorang hamba terus beribadah hingga datang kematian.

Wanita memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keistiqamahan. Laki-laki dapat memperoleh semangat dengan menghadiri shalat berjamaah di masjid dan berkumpul bersama orang-orang saleh. Adapun seorang muslimah, sebagian besar ibadahnya dilakukan di rumah sehingga ketika mengalami futur, ia sering kali harus berjuang sendiri.
Karena itu, memiliki teman yang salehah merupakan nikmat yang besar. Teman yang baik dapat membantu mengingatkan dan menguatkan ketika semangat mulai menurun.

Seorang muslimah hendaknya menjaga amalan-amalan sunnah dan tidak meremehkan kebaikan-kebaikan kecil, seperti:
- Menjaga dzikir pagi dan petang.
- Mengucapkan salam ketika berjumpa.
- Bertutur kata yang baik.
- Menjauhi ghibah dan namimah.
- Menjaga shalat dengan khusyuk dan tuma’ninah.
- Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Agama tidak dibangun di atas perasaan. Seseorang tetap dituntut untuk beribadah baik ketika semangat maupun ketika sedang lemah. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.
Karena itu, seorang muslimah hendaknya terus memperbarui niat dan menjaga keikhlasan. Seluruh amal dilakukan untuk mengharap ridha Allah dan mengharap wajah-Nya semata.
Selain itu, hendaknya seorang hamba menghayati bacaan-bacaan dalam shalat, doa-doa yang dibaca, dan makna surat Al-Fatihah agar ibadah tidak menjadi rutinitas tanpa penghayatan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu."



Menjaga Allah maksudnya adalah menjaga perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Siapa yang menjaga agama Allah, maka Allah akan menjaganya di dunia maupun di akhirat.

Kisah dari Para Nabi.

Kisah Nabi Yunus عليه السلام ketika berada di dalam perut ikan menjadi pelajaran besar. Beliau tetap berdzikir dan berdoa kepada Allah dalam keadaan yang tampak mustahil untuk selamat. Namun Allah menyelamatkannya.

Demikian pula Nabi Ibrahim عليه السلام yang diselamatkan ketika dibakar oleh kaumnya. Api yang seharusnya membinasakan justru menjadi dingin dan keselamatan baginya.

Para ulama mengatakan:

Kebiasaan orang saleh adalah ibadah, sedangkan ibadah orang yang lalai hanyalah sebatas kebiasaan.



2. Bersabar dan Berbaik Sangka kepada Allah

Setiap manusia pasti diuji. Musibah, kesedihan, dan berbagai kesulitan merupakan bagian dari kehidupan.
Allah menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang bersabar. Ganjaran mereka tidak dapat dibandingkan dengan apa pun di dunia.

Sebagian manusia ketika ditimpa musibah justru kembali kepada kemaksiatan dan menjauh dari Allah. Akibatnya, mereka merugi di dunia dan di akhirat.

Sabar digambarkan sebagai cahaya. Memang terasa berat, tetapi di baliknya terdapat pahala yang sangat besar.

Musibah dan kesulitan pasti akan berlalu. Yang tersisa adalah apakah seseorang melewatinya dalam keadaan taat kepada Allah atau justru bermaksiat kepada-Nya.
Allah Ta'ala berfirman

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."



Karena itu, seorang muslimah hendaknya terus berhusnuzan kepada Allah. Janji-janji Allah dalam Al-Qur'an tentang pertolongan, pahala, dan balasan adalah benar.
Pertolongan Allah itu dekat dan pasti datang pada waktu yang telah ditentukan-Nya.

3. Berlindung dari Su’ul Khatimah

Setiap hamba diperintahkan untuk terus beribadah hingga datang kematian. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya tiba.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa ada orang yang tampak melakukan amalan penghuni surga, namun pada akhir hidupnya justru berakhir dengan amalan penghuni neraka. Sebab itu, amalan sangat bergantung pada penutupnya.

Su’ul khatimah sering kali disebabkan oleh dosa-dosa yang dilakukan terus-menerus, terutama dosa yang dikerjakan dalam kesendirian dan dianggap sebagai hal yang biasa.
Kemaksiatan yang terus diulang tanpa taubat dapat menjadi sebab buruknya akhir kehidupan seseorang.
Karena itu, seorang muslimah hendaknya segera bertaubat dari dosa-dosa yang dilakukan, meninggalkan kebiasaan maksiat, serta terus memohon perlindungan kepada Allah dari su’ul khatimah.

Perbanyaklah doa agar Allah memberikan husnul khatimah, karena tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ruh akan dicabut.

Semoga Allah meneguhkan hati-hati kita di atas agama-Nya, memberikan keistiqamahan dalam ketaatan, melimpahkan kesabaran ketika menghadapi ujian, dan menutup kehidupan kita dengan husnul khatimah.

Disarikan dari kajian rutin untuk muslimah Nasihat untuk Muslimah - Al-Ustadz Abu Rukanah Jundub

Baca Juga

Dua Tempat Terakhir: Surga dan Neraka
Bunga itu harum, tapi Riba (Bunga Pinjaman) itu harom